beritaBusinessmedsos

Yasir Asmu’i, sosok di balik penjahit baju para ustadz hingga tokoh publik

3 Mins read

Jamaah oh Jamaah, Alhamdulillah. Tentunya kita sering mendengar jargon ini di tayangan Islam itu Indah yang disiarkan TransTV setiap hari. Siaran dakwah yang dikemas dengan tema kekinian dan dilengkapi dengan kajian serta tilawah alQuran. Pengisi utama tetapnya pastinya kita tahu semua, yaitu ustadz Maulana dan ustadz Syam. Sedangkan ustadz pendukungnya berganti-ganti setiap edisi sesuai dengan tema yang disuguhkan. Ustadz Syam juga menjadi pengisi tetap program cahaya hati Indonesia milik InewsTV.

Dalam program acara Televisi tentunya baju yang dipakai para ustadz tersebut bukan asal pilih. Karena itu mendukung penampilan di Televisi, dan bahkan sangat berpengaruh pada rating maupun ketertarikan pemirsa.

Nah, tahukah teman-teman TBS kalau diantara baju yang sering dipakai ustadz Syam itu hasil jahitan tangan asli alumni TBS? Ga cuma satu baju, tapi bahkan banyak model dan variasi yang dipakai loh oleh ustadz tersebut? Tentunya banyak ustadz-ustadz lain yang juga menggunakannya. Hebat bukan?

Nah, alumni TBS tersebut namanya Yasir bin Asmu’i. Beliau masuk TBS tahun 1984 dan Lulus Aliyah TBS tahun 1987. Beliau asli orang Jepara dan lahir tahun 1968.

Pak Yasir -begitu beliau biasa disapa-, sudah terbiasa menjahit sejak masih sekolah di TBS. Bahkan pada hari ke-2 menjadi santri TBS beliau sudah membawa meteran untuk mengukur baju teman-temannya. Bisa dibilang 80% santri Aliyah TBS saatvitu menjadi pelanggan tetapnya. Setelah lulus TBS, pak Yasir melanjutkan nyantri di pondok pesantren Al-islah Mayong Jepara (asuhan KH Ahsan Sholeh) sambil bekerja membuat baju seragam santri. Beliau mondok sambil belajar dan menjahit baju pada setiap penerimaan santri baru. Beliau juga sempat bekerjasama dengan bpk Hendro (mantan bupati Jepara) untuk beternak bibit lele. Namun, karena terkendala di pemasaran dan pendanaan operasional, akhirnya proyek tersebut gagal.

Baca Juga  Ternyata Allah memiliki Whatsapp

Dikarenakan kegagalan proyek ternak bibit lele dengan pak Hendro, pak Yasir kemudian berangkat ke Jakarta mengadu nasib dengan berbekal ketrampilan menjahit yang dia miliki. Karena itulah, kerja pertama Yasir di Jakarta adalah menjadi staf penjahit pada Tailor milik orang Padang di kawasan daerah blok M selama 3 bulan. Selepas bekerja di Tailor tersebut, pak Yasir melanjutkan nyantri di pesantrennya Abuya Dimyati Banten.

Pada saat terjadi peristiwa pertempuran Irak dengan multinasional tahun 1991 M, Yasir pamitan kepada Abuya Dimyati untuk menetap di Jakarta.

Kerasnya hidup di Jakarta ternyata tidak menyurutkan semangat beliau untuk terus melaksanakan dan menyebarkan ajaran Ahlussunah Wal jamaah yang telah Yasir terima dari para Yai dan gurunya di TBS. Ini terbukti dengan lingkungan di tempatnya tinggal sekarang ini yang masih sangat kental dengan ajaran ahlussunah Wal jamaah ala santri-santri NU, terutamanya ala TBS.

Selama di Jakarta beliau pernah aktif di Youth Islamic Student Club Al-Azhar di jalan Sisingamangaraja blok M dan yayasan Paramadina di pondok indah di bawah asuhan Nurcholis Madjid (Cak Nur) pada tahun 1994 sampai tahun 1998. Lalu pada tahun 2006-2012 beliau mengaji lagi setiap selesai shalat Isya dan setiap selesai shalat Subuh di pesantren Darul Hikam yang diasuh oleh Kyai Bahrudin Menjangan Kompas Ciputat.

Bagi Yasir, Keberhasilan sejati adalah proses yang terjadi pada saat menjalani kehidupan. Makanya, Yasir sangat bersyukur sekali pernah nyantri di TBS. Didikan dan ilmu yang Yasir dapatkan di TBS sangat berpengaruh terhadap kesuksesan hidup yang dijalaninya di jakarta.

Jika pada awal pertama di Jakarta Yasir menjadi staf penjahit pada Tailor milik orang lain, sekarang ini Yasir telah memproduksi sendiri baju-baju muslim dan memiliki brand tersendiri. Tak sedikit ustadz, pejabat, dan artis yang menggunakan baju muslim buatannya. Desainnya yang elegan dan eksklusif menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna baju muslim.

Baca Juga  Titip Pesan Damai, Para Santri TBS Ngober Semangkok Soto Kerbau Kudus

Keberhasilan sekarang ini tentunya merupakan buah dari keikhlasan dan ketulusan para guru yang mengajarnya, terutama poro Romo Yai dan guru di TBS yang sangat berkesan baginya. Baik pada saat belajar di kelas maupun keteladanan yg dicontohkan Romo Yai dan guru-guru TBS dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan untuk alumni TBS yang lain
Dengan kesuksesannya berkarir di Jakarta sebagai penjahit sekaligus pendakwah, Yasir berpesan kepada para santri TBS agar terus menekuni dan melaksanakan apa yg telah diajarkan di TBS. Karena manfaatnya sangat nyata dialami sendiri oleh Yasir, terutama di kehidupannya setelah lulus TBS.

Meneruskan pendidikan formal seperti melanjutkan kuliah itu penting, namun menuntut ilmu di manapun kita berada itu juga lebih penting. Belajar dari kehidupan masyarakat dan dunia kerja juga sangat penting, karena esensi itulah yg diajarkan selama di TBS. Yaitu keikhlasan dan kesungguhan kita dalam belajar lah yang menghasilkan ilmu yang unggul. Semangat itulah yang harus dimiliki oleh seluruh alumni TBS agar dapat menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat. Semakin kita semangat dalam mengajarkan ilmu yg diperoleh di TBS ada keberkahan luar biasa yg tidak disangka dikemudian hari.

Penulis:
H.M Haidar Ulinnuha

Komentar
Avatar
1 posts

About author
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Siswa Abiturien (PP. IKSAB) TBS Kudus Masa Khidmah 2020-2024 M
Articles
Related posts
Businessdiskusiinfo

Sitta Rosdaniyah: Halal Tourism Peluang bagi Diaspora Santri, Kembangkan Bisnis dan Teknologi

2 Mins read
Dibaca: 53 Santrimenara.com Perkembangan halal tourism dan ekonomi syariah penting dipersiapkan oleh diaspora santri yang saat ini mengabdi di berbagai negara. Para… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritakudus

MUWAKKILI ala Mbah R. Asnawi

2 Mins read
Dibaca: 126 Oleh : Aslim Akmal Nikah adalah penghalal terjadinya hubungan badan antara seorang perempuan dengan laki-laki dengan lafadh nikah atau sejenisnya,… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritamasyayikh

Masayikh Madrasah TBS; KH. Musthofa Imron Tutup Usia

1 Mins read
Dibaca: 67 Santrimenara.com Berita duka kembali menimpa keluarga besar Madrasah TBS, Salah satu Masayikh, KH. Musthofa Imron Kembali ke hadapan Alloh SWT,… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

Silakan komentar