Amaliyyah

Shafar Dan Air Salamun

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, AMALAN – Bulan Shafar itu sama dengan bulan yang lain, bukan bulan bala’ atau bulan yang penuh musibah dan lain-lainnya, namun menurut sebagian dari ulama ‘arifin dari ahli mukasyafah (sebutan ulama sufi tingkat tinggi) dalam kitab “Kanzun Najah Wassurur” karya Syekh Abdul Hamid Al Qudsy guru besar Masjid Makkah Al Mukarromah, menerangkan bahwa “Setiap tahun Allah menurunkan bala’ ke dunia sebanyak 320.000 macam bala’ (malapetaka) untuk satu tahun tepatnya bala’ itu turun pada Rabu terakhir dari bulan Shafar atau yang terkenal dengan sebutan “Rebo Wekasan”.

Do’a Awal Bulan Shafar (agar terhindar dari bala’)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ وَأَعُوْذُ بِجَلاَلِكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلاَلِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِيْ وَوَالِدِيْ وَأَوْلاَدِيْ وَأَهْلِيْ وَأَحْبَابِيْ وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ وَاخْتِمْ لِيْ فِي هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلاَمَةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِيْ وَلِأَهْلِيْ وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Amalan Rabu Terakhir Bulan Shafar (Rebo Wekasan)

Sholat Sunat Muthlak:

Sholat sunat muthlak 4 raka’at (2 kali salam). Tiap rakaat ba’dal fatihah membaca:

Surat Al Kautsar 17 kali (rakaat pertama)

Surat Al Ikhlas 5 kali (rakaat kedua)

Surat Al Falaq 1 kali (rakaat ketiga)

Surat An Nas 1 kali (rakaat keempat)

Setelah salam membaca do’a:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ التُّكْلاَنُ اَللَّهُمَّ تَوْبًا تَوْبًا لَكَ يَا رَبَّنَا وَأَوْبًا لاَ يُغَادِرُ حَوْبًا وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ شَرِّ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ وَيَا مُجْمِلُ وَيَا مُتَفَضِّلُ وَيَا مُنْعِمُ وَيَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Baca Juga  ISNU Kota Surabaya Ajak Masyarakat Pahami Dasar-Dasar Kegawatan Medik di Masa Pandemi

Membaca Yaasin:

Membaca Surat Yaasin 1 kali setelah sampai pada ayat:

سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيْمٍ × 313

Setelah akhir surat membaca do’a:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلأَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ. اَللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ اْلأَرْضِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Air Salamun
Air Salamun adalah air yang dimasuki ayat salamah untuk diminum agar terhindar dari bala’ yang akan turun dalam masa setahun.

Diantara ulama’ kudus – sebagaimana riwayat KH. M. Sya’roni Ahmadi pada saat ngaji tafsir jum’at fajar (11/11/16) – yang rutin yang mengamalkan air salamun adalah Mbah Arwani Kajeksan, Mbah Ma’mun Langgardalem, Mbah Hisyam Janggalan dan Mbah Siraj Undaan.

wifiq-salamunDisebutkan dalam kitab catatan kaki bab qunut nazilah hal. 67 kitab Nihayatuz Zain karya Syeikh Nawawi Aljawi Albantani yang merupakan syarah atau penjelasan dari kitab matan Fiqih Qurrotul ‘Ain cetakan Alawiyah Semarang, barang siapa yang menulis ayat salamah tujuh yaitu tujuh ayat Alqur’an yang diawali dengan lafal Salaamun:

سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيْمٍ، سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ، سَلاَمٌ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، سَلاَمٌ عَلَى مُوْسَى وَهَارُوْنَ، سَلاَمٌ عَلَى إِلْيَاسِيْنَ، سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خَالِدِيْنَ، سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Kemudian tulisan tersebut dilebur/direndam dengan air, maka barang siapa yang meminum air tersebut akan diselamatkan dari baliyyah/bala’ yang diturunkan.

Bisa juga memakai wifiq salamun yang terdiri dari “Qawluhul Haq, Walahul Mulku” (Q.S. Al An’am: 73) serta angka-angka tertentu yang dikelilingi tulisan ayat salamah. (smc-777)

Komentar
Related posts
AmaliyyahberitainfoNUsurabaya

ISNU Kota Surabaya Ajak Masyarakat Pahami Dasar-Dasar Kegawatan Medik di Masa Pandemi

2 Mins read
Dibaca: 157 Hampir selama kurun waktu satu tahun Indonesia dan dunia diguncang oleh pandemik global Covid-19. Periode tahun 2020-2021 adalah masa sulit… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
Amaliyyahberitasantri

Menjadi Pemenang Di Bulan Kemenangan

5 Mins read
Dibaca: 3.619 SANTRIMENARA.COM, AMALIYAH – Bulan Syawal sering disebut dengan bulan kemenangan, karena sebulan penuh di bulan Ramadlan telah melawan hawa nafsu… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
Amaliyyahaswaja

Menyambut Bulan Haram Di Bulan Muharram

2 Mins read
Dibaca: 6.935 SANTRIMENARA.COM, AMALIYAH – Tanggal 1 Muharrom 1438 H  menurut perhitungan falak jatuh pada hari Ahad Kliwon, 2 Oktober 2016 M…. Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

1 Comment

Silakan komentar