beritatbskudus

Rela Tak Pulang ke Samarinda Demi Anaknya Diterima Jadi Siswa TBS Kudus

1 Mins read

SantriMenara – Puluhan orang tua siswa tampak di luar kelas Madrasah Tsanawiyyah (MTs) NU Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS). Mereka sedang menunggu anaknya yang sedang mengikuti tes seleksi masuk sekolah tersebut. Mereka tak hanya datang dari Kudus, ada juga yang datang dari luar Jawa. Supriyanto, datang jauh dari Samarinda, Kalimantan Timur, untuk mendaftarkan ulang anaknya, Arya Mukhti, yang masuk kelas 7 MTs.

Dia mengatakan, anaknya tahun lalu masuk MPTs satu tahun karena tidak lolos tes seleksi masuk kelas 7 MTs. “Tahun ini (2016) anak saya baru masuk kelas 7 MTs, karena harus mengulang satu tahun di kelas persiapan (MPTs),” ungkapnya saat ditemui di MTs NU TBS, Senin (20/6/2016).

Supriyanto menceritakan, tahun 2015 lalu, anaknya tidak diterima kelas 7 MTs. Meski datang dari jauh, bagi dia tidak menyurutkan keinginannya untuk menyekolahkan anaknya di TBS. Menurutnya, selain mengharap berkah dari para kiiai di TBS, sistem pendidikan yang diterapkan terbilang maju. “Di TBS pembelajaran agama dan umumnya maju. Serta biayanya pun terjangkau,” terangnya.

Tahun lalu anaknya masuk di kelas persiapan (MPTs) tidak menjadi persoalan. Semuanya sama, ada pelajaran agama dan juga umumnya. “Saya tahu TBS dari internet. Setelah saya tanya-tanya katanya memang bagus,” tambahnya.

mts tbs kudus

Gedung MTs NU TBS Kudus

Dia mengungkapkan, selain sekolah di TBS, anaknya juga mondok di Pondok Pesantren TBS. Setiap tahun anaknya hanya pulang satu kali ke Samarinda. “Ini anak saya sudah pulang ke Samarinda. Kemarin sudah izin Pak Kiai dan Alhamdulillah diizinkan pulang lebih dulu. Ya pulangnya satu tahun sekali ketika mau Lebaran,” tuturnya yang dulu pernah tinggal di Mijen, Demak, sebelum menetap di Samarinda.

Baca Juga  Egosentrisme dan Upaya Mendokumentasikan Sejarah

Panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru MTs NU TBS Kudus Noor Habib menuturkan, siswa yang bersekolah di MTs NU TBS tidak hanya datang dari Kudus, ada dari luar Kabupaten Kudus bahkan dari luar Jawa. Menurutnya, siswa yang mendaftar ada dari Banjarmasin dan Aceh. “Kalau dipresentasikan sekitar 40 persen dari luar Kudus,” tuturnya.

Dia memberitahukan, pendaftaran siswa di MTs NU TBS tahun 2016 ada 520 orang. Sebanyak 484 orang mengikuti test seleksi dan 36 orang memilih langsung di kelas MPTs. “Semua pendaftar di MTs TBS akan diterima semua. Yang lulus seleksi langsung kelas 7 MTs, yang gagal di kelas persiapan (MPTs)” jelasnya.

Source: Seputarkudus.Com

Komentar
Related posts
beritaiksabInternasionaljeparake-TBSanKisahsantri

Kisah Santri TBS Lulus S2 dari Amerika Serikat

2 Mins read
Dibaca: 69 Baru-baru ini, Muhammad Taqiyuddin baru saja menyelesaikan studi magister dari salah satu kampus di Amerika Serikat, yakni University of Georgia… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritainfoNasional

Resmi Dikukuhkan, LP. Ma’arif NU Tangsel Canangkan Program Madrasah/Sekolah Unggul

1 Mins read
Dibaca: 25 Serpong—Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP. Maárif NU) Kota Tangerang Selatan masa khidmah 2020-2025 resmi dikukuhkan. Pelantikan… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritainfokudus

Hebat, Mahasiswi IAIN Kudus Raih Medali Emas di Ajang ONLI Tingkat Nasional

1 Mins read
Dibaca: 35 Kudus—Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Kudus meraih medali emas pada Olimpiade Numerasi dan Literasi Indonesia (ONLI) Session 2 Tahun 2021 Level… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

Silakan komentar