KH. Sya’roni AhmadiNgaji Tafsirramadan

Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi; Sifat Hasut Yahudi

2 Mins read

SANTRIMENARA.COM, NGAJI TAFSIR. Malam terasa dingin dan masih gelap, Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi di Masjid Al Aqsa Kudus sudah dimulai. Pagi ini tanggal 13 Juni 2017, KH. Sya’roni Ahmadi mengulang satu ayat tentang Nabi Ibrahim adalah orang Islam bukan Yahudi atau Nasrani. Keterangan ini ada pada Surat Ali Imran ayat ke enam puluh tujuh. Pada Ayat ke 68, KH. Sya’roni Ahmadi menjelaskan bahwa pada ayat ini yang seharusnya mengikuti Nabi Ibrahim adalah Nabi Muhammad SAW dan orang yang beriman bukan Yahudi dan Nasrani.

Selanjutnya sebab turunnya ayat ke 69 Surat Ali Imran ini menurut KH. Sya’roni Ahmadi adalah ketika orang Yahudi menghasut kepada sahabat yang fakir untuk keluar Islam dengan dikasih imbalan uang. Namun para sahabat menolaknya. “Iman dari sahabat Nabi Muhammad kuat-kuat, tidak bisa digoda dengan uang,” terangnya.

KH. Sya’roni Ahmadi juga bercerita ketika Yahudi mengajak ulama pada zaman Nabi Musa bernama Bal’am. Pada awalnya Yahudi mencoba merayu Bal’am dengan harta, namun Bal’am menolaknya. Dicoba beberapa kali namun tetap ditolaknya.

Yahudi mencoba lagi dengan mendekati istri Bal’am. Pada awalnya yahudi ditolak namun dengan harta yang ditawarkan oleh Yahudi, akhirnya istri Bal’am ini tergoda, dan meminta Bal’am untuk memusuhi Nabi Musa. “Musuhi kok Nabi Musa, ditumpas langsung oleh Nabi Musa sampai lidahnya menjulur seperti anjing dan tidak bisa bertaubat,” terang Yai Sya’roni.

Pada ayat ini KH. Sya’roni Ahmadi  menjelaskan bahwa hasut orang sehingga menjadikan kafir itu dosanya besar sama dengan mengislamkan orang bisa mendapatkan pahala yang besar. Yahudi yang menghasut tersebut sebenarnya menyesatkan dirinya sendiri.

Pada Ayat selanjutnya KH. Sya’roni Ahmadi  menjelaskan tentang ahli kitab yang merubah kitab kitab nya seperti Injil dan Taurat padahal mereka mengetahui kebenarannya. “Seperti mereka merubah sosok Nabi Muhammad SAW yang gagah dan tampan di rubah dalam injil menjadi sosok yang hitam dan kurus,” terangnya.

Baca Juga  Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi: Sejarah Bubur Suro

Ada juga sifat Yahudi dalam ayat ke 72 ini menjelaskan ketika kaum Yahudi berencana masuk islam pada pagi harinya dan kembali yahudi ketika sorenya agar umat Islam kembali kafir. “Mereka kembali kafir setelah masuk islam dan mengatakan bahwa Islam tidak cocok, dan mengajak yang lain untuk kembali kafir,” terang Yai Sya’roni.

Pada Ayat seterusnya dijelaskan bahwa Yahudi bilang jangan percaya kepada orang yang tidak seiman. Maka dibantahlah perkataan tersebut bahwa petunjuk yang harus dipercaya adalah Islam. Ketika masih ada yang membantah maka katakanlah anugrah itu milik Allah SWT dan diberikan kepada orang-orang yang di pilihnya.

Pada ayat ke tujuh puluh lima ini, KH Sya’roni Ahmadi menjelaskan tentang Ahli kitab ada yang bila dipercayai untuk menyimpan harta seperti Abdullah Bin Salam. Namun banyak dari mereka juga tidak bisa dipecaya. (SMC-199)

 

Komentar
Related posts
KH. Sya’roni AhmadiNgaji Tafsir

An Nisaa 66-74: Reaksi Munafiqin Menerima Perintah Perang

3 Mins read
Dibaca: 2.077 SANTRIMENARA.COM, NGAJI TAFSIR – Di bawah ini adalah catatan kecil pengajian rutin Tafsir Al Qur’an Edisi Ramadlan yang diasuh langsung… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
Ngaji Tafsir

An Nisaa 60-65: Berhakim Kepada Thaghut

3 Mins read
Dibaca: 2.304 SANTRIMENARA.COM, NGAJI TAFSIR – Di bawah ini adalah catatan kecil pengajian rutin Tafsir Al Qur’an Edisi Ramadlan yang diasuh langsung… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
KH. Sya’roni AhmadiNgaji TafsirramadanUncategorized

Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi; Kisah Batu dari Surga

2 Mins read
Dibaca: 2.424 SANTRIMENARA.COM, NGAJI TAFSIR. Pengajikan KH. Sya’roni Ahmadi bulan Ramadan 1438 H masuk pada hari terakhir yakni pada Sabtu 17 Juni… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

Silakan komentar