KH. Sya’roni AhmadiNgaji TafsirNUramadan

Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi; Allah Tidak Memiliki Tangan dan Wajah

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, NGAJI TAFSIR. Mobil Daihatsu Luxio putih kini menjadi salah satu penantian santri menara di Masjid Al Aqso Kudus. Keberadaan mobil ini menjadi petanda bahwa kiai yang mereka tunggu sudah rawuh. Iya, itu adalah mobil yang dipakai mengantar dan menjemput KH. Sya’roni Ahmadi untuk memberikan pengajian Tafsir di Menara Kudus. Mobil ini sudah di modifikasi sedemikian rupa sehingga pas untuk menjadi sarana antar jemput.

Nyuwun sewu, gih  adalah kaliamat yang sering terdengar di dalam masjid ketika salah satu santri yang Ngaji berjalan menuju tempat kosong. Hal ini biasa terjadi karena banyaknya santri yang memenuhi masjid Al Aqso bahkan sampai di jalan menggunakan alas seadanya.

Baca juga: Sejarah Nuzulul Qur’an Dalam Kajian Ramadlan Oleh KH Sya’roni Ahmadi
Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi; Proses Turunnya Kitab Allah

Allah Tidak Memiliki Tangan dan Wajah

Pengajian Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi di hari ketiga Ramadan ini bertepatan dengan 2 Juni 2017, melanjutkan ayat sebelumnya yakni Ayat ke 7 sampai ke 11 Surat Ali Imran. Dalam pemaparan ayat ke tujuh ini, Mbah Sya’roni, menerangkan bahwa Ayat Al Qur’an itu dari Allah bukan bikinan Nabi Muhammad SAW. Munurut Ibnu Abbas macam-macam isi ayat Al Qur’an terbagi dalam 4 macam: 1) Semua orang tahu, 2) hanya dimengerti oleh orang yang ahli bahasa 3) hanya bisa dimengerti oleh orang alim 4) hanya Allah yang mengetahui.

Dalam ayat ini. KH KH. Sya’roni Ahmadi, menguatkan seperti apa yang disampaikan Ibnu Abbas yakni ada kata atau kalimat yang hanya Allah yang mengatahuinya. Terdapat beberapa ayat mutasyabihat yang tidak bisa di terjemahkan begitu saja contoh saja alif lam mim. Ayat ini tidak bisa diterjemahkan namun tetap memiliki pahala bagi yang membacanya.

“Ada juga kata yadullah dalam Al Quran tidak bisa dikatakan bahwa Allah memiliki tangan, begitu juga kata wajhullah yang tidak bisa dikatakan wajah Allah. Ini yang disebut mutasyabihat,” terang KH. Sya’roni Ahmadi. (SMC-199)

 

Komentar
Related posts
beritainfoInternasionalNU

Ketika Profesor Jepang Menafsirkan Al-Qur`an dengan Pendekatan Semantik

2 Mins read
Dibaca: 35 Toshihiko Izutsu (1914-1993), seorang profesor berkebangsaan Jepang, menawarkan metode baru dalam menafsirkan Al-Qur’an, yaitu dengan pendekatan semantik. Metode yang ditawarkan…
beritainfokuduspesantrenramadan

Ajari Berbagi, Santri Pesantren Duta Aswaja Kudus Berikan Ratusan Takjil

1 Mins read
Dibaca: 59 Dalam rangka meramaikan bulan suci Ramadhan dan melatih santri untuk berbagi kepada sesama. Pondok Pesantren Duta Aswaja Kudus memberikan takjil…
beritainfoInternasionalKitabNUramadan

Srikandi NU Jepang Adakan Ngaji Kitab Kuning Ala Pesantren Secara Virtual

1 Mins read
Dibaca: 37 Mengaji kitab kuning yang dikenal dengan kajian keagamaan dengan metode mengartikan dari sumber kitab kata perkata, kemudian dijelaskan maknanya oleh…

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.