beritamasyayikhSilatnas TBS

Masyayikh Bahagia Atas Sukses Acara Ngaji Bareng

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Acara Ngaji Bareng Masyayikh yang diselenggarakan alumni Madrasah TBS Kudus di halaman MA TBS Kudus pada Sabtu (23/07/2016) malam berbeda dari pengajian pada umumnya. Hingga akhir acara, tidak ada satu orang pun yang bobol pulang duluan. Para Masyayikh yang didaulat jadi pembicara pun kerasan berceramah melewati waktu yang ditarget panitia.

Ada lima nama kiai atau masyayikh TBS yang bergantian memberikan pencerahan hingga 2,5 jam, disambung dengan launching buku “Santri Membaca Zaman” dan website SantriMenara.Com. Nama-nama masyayikh tersebut adalah KH Choirozyad TA, KH. Muhammad Ulil Albab Arwani, KH. Hasan Fauzi, KH. Muhammad Arifin Fanani dan KH Musthofa Imron S.H.I.

Kesaksian Nur Said, santri TBS yang kini mengajar di STAIN Kudus, ceramah antar kiai saling melengkapi meskipun tidak semuanya membaca Term of Reference (ToR) acara. Satu hal dalam catatannya, ada seorang penanya usai ngaji yang dianggap mewakili ribuan alumni karena pertanyaannya cukup relevan diketahui oleh ribuan hadirin lainnya.

Nur Salim, salah stau guru di MTs TBS juga menuturkan perasaan senang KH Hasan Fauzi atas terselenggaranya acara ngaji tersebut. “Alhamdulillah alumni masih semangat bertemu gurunya,” tutur Salim meniru ucapan Kiai Fauzi, Rabu (27/07/2016) malam, di Estu Kafe Panjang dalam rapat evaluasi panitia inti.

Dalam acara tersebut, lanjut Salim, ada satu orang alumni TBS yang merasakan syukurnya bisa hadir ke sekolah almamater setelah puluhan tahun lulus. “Namanya Pak Sugiri,” sebutnya, “sejak lulus, baru malam itu dia mengunjungi TBS,” terang Salim.

Antuasiasme peserta diakui juga oleh Muthahhar, alumni TBS akademisi Universitas Muria Kudus (UMK). Menurutnya, ada kekurangan dalam susunan acara, yakni alpanya acara penutup doa setelah sesi launching website. “Tidak ada yang protes mengenai doa penutup yang lupa diagendakan, mungkin terpesona peluncuran website,” ujarnya dalam rapat evaluasi malam itu.

Baca Juga  Belum Dicetak, Buku Santri Membaca Zaman Sudah Ada Pemesan

Hal lain yang menjadi catatan panitia adalah kemandirian pembiayaan acara melalui swadaya para alumni semua. “Acara kemarin tidak membebani pengurus madrasah, bahkan alhamdulillah bisa membahagiakan masyayikh,” papar Kiai Halim, guru MA TBS Kudus. (smc-212)

Komentar
Avatar
56 posts

About author
Alumni TBS 2005. Tinggal di Jepara
Articles
Related posts
beritaNU

Kisruh Kamus Sejarah Kemendikbud, Nahdlatul Ulama Harapkan Revisi

1 Mins read
Dibaca: 57 JAKARTA, Santrimenara.com-Kisruh Kamus Sejarah yang diterbitkan Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menuai kritik banyak pihak. Ketua Umum NU… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
berita

Maknai Hari Kartini, Sitta Rosdaniah: Literasi Keuangan bagi Perempuan Sangat Penting

2 Mins read
Dibaca: 56 JAKARTA, Santrimenara.com-Para perempuan Indonesia memaknai Hari Kartini sebagai momentum perjuangan dan kesetaraan. Perempuan menjadi faktor penting dalam pemulihan ekonomi nasional… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritakudus

MUWAKKILI ala Mbah R. Asnawi

2 Mins read
Dibaca: 148 Oleh : Aslim Akmal Nikah adalah penghalal terjadinya hubungan badan antara seorang perempuan dengan laki-laki dengan lafadh nikah atau sejenisnya,… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

Silakan komentar