opinipendidikanpesantrensantri

Masa Depan, Santri Dituntut Harus Bisa Bahasa Mandarin

1 Mins read

Santri ialah mereka yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren. Santri biasanya menetap di asrama (pondok) dengan kurun waktu tertentu.

Revolusi industry atau dikenal perkembangan technology memaksa santri harus bisa beradaptasi, revolusi industry ini pula merubah cara kita dalam berkegiatan di bidang pertanian, manufaktur ,trasportasi, dan digitalisasi.

Revolusi industry 4.0 dibangun atas relitas revolusi digital, Santri sekarang dituntut serba bisa dalam literasi pesantren dan digital.

Masa Depan digital dunia sekarang dipegang oleh Tiongkok, terbukti transaksi penukaran uang, technology Al (Artificial intelegen) semua dibuat oleh Tiongkok.

Pasca Covid-19 sekarang semua negara membutuhkan negara yang berjuluk negara Tirai Bambu, baik Amerika dengan hubungan dagang, Uni-Eropa dengan hutang bantuan ke Tiongkok, bahkan Asia Tenggara khususnya Indonesia yang lagi deket-deketnya dengan Tiongkok dalam hal investasi Tiongkok di Indonesia.

Tiongkok sendiri banyak investasi ke Indonesia sejak era Gus dur sampai sekarang. Hal ini memaksa sumber daya Santri Indonesia harus bisa bahasa Mandarin (Chinese).

Pondok pesantren di Indonesia udah mulai belajar bahasa mandarin Tiongkok, seperti Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, dan Gontor Ponorogo.

Pertanyaan paling mendasar adalah, Mengapa Santri harus belajar bahasa mandarin?

  1. Mandarin adalah bahasa paling luas Dan pertumbuhan bahasa tercepat di Dunia.
  2. Mandarin sebagai bahasa nomer dua PBB.
  3. Mandarin sebagai bahasa dalam bisnis.
  4. Tiongkok sebagai pusat ekonomi terbesar di dunia.
  5. Ke depan semakin banyak peluang pekerjaan yang bisa bahasa Mandarin.
  6. Negara kawasan Arab dan Amerika memasukan kurikulum bahasa Mandarin di sekolah.

Oleh karena itu, tuntutan sekarang, jika santri tidak belajar bahasa Mandarin kemungkinan besar mereka akan tertingal oleh relialitas, baik technology maupun sosial masyarakat dunia.

Baca Juga  Jelang Satu Abad Madrasah, Ribuan Alumni TBS Kudus Kumpulkan Manuskrip Sejarah Sekolah

Editor : M. Alvin Jauhari

Komentar
2 posts

About author
Pemimpin Redaksi santrimenara.com, Dosen Hubungan Internasional di Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Articles
Related posts
beritainfoInternasionalsantri

Forum Diaspora Santri Ajak Generasi Muda Kuliah ke Negeri Belanda

2 Mins read
Dibaca: 5 Komunitas #DiasporaSantri bekerjasama dengan NUFFIC NESO, Santri Mengglobal dan TVNU menyelenggarakan program diskusi beasiswa untuk menginspirasi santri-santri se Indonesia. Agenda… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritainfoNUpesantren

Puncak Hari Santri 2021, NU Pecahkan Rekor Dunia

1 Mins read
Dibaca: 65 Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021 berbuah manis. Tidak hanya itu, antusias seluruh santri di Indonesia… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritainfopesantren

Peringati Hari Santri 2021, Pesantren Jatinom Blitar Tanam 1000 Pohon

1 Mins read
Dibaca: 67 Dalam rangka memperingati Hari Santri 2021 , Pondok Pesantren Maftahul ‘uluum Jatinom Blitar melaksanakan upacara bendera yang diikuuti oleh seluruh… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

Silakan komentar