akhlaqmasyayikhteladan

Kisah Kiai Ma’ruf Irsyad Menjaga Amanah Sepeda Onthel Pinjaman

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Ada empat madrasah di Kudus yang hanya menerima khusus siswa atau khusus siswi. Madrasah TBS dan Qudsiyyah seluruh siswanya laki-laki, sementara Madrasah Banat dan Mu’allimat hanya menerima siswi, santri menara perempuan.

Betul memang, kewajiban menuntut ilmu tidak hanya bagi laki-laki maupun perempuan saja, namun dalam rangka mencegah ikhtilath (bercampurnya laki-laki dan perempuan), empat madrasah dengan pelajar berjumlah ribuan itu, memiliki kebijakan khusus seperti di pesantren pada umumnya.

Adalah KH. Ma’ruf Irsyad (Alm), sosok ulama alumni Madrasah TBS Kudus yang dituakan di empat madrasah tersebut. Semasa hidupnya, Kiai Ma’ruf mengajar di TBS, Qudsiyah, Banat dan Mu’allimat.

Ada kisah menarik yang dapat kita ambil hikmahnya tentang wirai ulama pengasuh Ponpes Raudlatul Muta’allimin tersebut. H. A. Muttaqin, Waka Kesiswaan MTs NU TBS Kudus menceritakan pernah mengundang ceramah Kiai Ma’ruf dalam sebuah acara di TBS.

Karena masih jam mengajar di Madrasah Muallimat, Muttaqin menjemput Kiai Ma’ruf ke madrasah khusus siswi itu. Sepeda onthel yang biasa dipakai Kiai Ma’ruf ditinggal di madrasah tersebut selama acara.

yai-ma'ruf-irsyad

Usai ceramah, Muttaqin menawarkan kendaraan untuk mengantar pulang ke Kiai Ma’ruf ke rumah. Itu dilakukan agar Kiai tidak repot membawa pulang sepeda yang masih terparkir di Madrasah Mu’allimat itu. Rumah Kiai Ma’ruf di Janggalan memang cukup dekat dengan Madrasah TBS, dan kalau harus ke Mu’allimat dulu mengambil sepeda onthel tentu repot kata Muttaqin.

Tawaran Muttaqin agar sepeda onthel tersebut diambil olehnya, diantar ke rumah, ternyata dijawab oleh Kiai Ma’ruf, “jangan, antar kembali ke Mu’allimat saja. Onthel itu pinjaman saudara saya untuk keperluan saya mengajar. Kalau kamu naiki untuk dikembalikan ke rumah berarti saya meminjamkan barang pinjaman tanpa izin pemiliknya. Repot sedikit tidak apa yang penting tidak dosa”.

Kiai Ma’ruf Irsyad adalah teladan bagi santri menara di Kudus, utamanya di empat madrasah besar tersebut.  Ia tidak mudah meminjamkan barang pinjaman tanpa izin pemiliknya. Allah yarham. (smc-777)

Komentar
Related posts
beritainfoke-TBSankudusmadrasahmasyayikhsantritbskudus

Madrasah TBS Berikan Pembekalan kepada Calon Mutakharijin

1 Mins read
Dibaca: 19 Lebih dari 500 peserta didik (santri) MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus megikuti pembekalan bersama masyayikh (para kiai) Madrasah… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritainfoke-TBSanmasyayikh

Pesan Gus Bab kepada Wali Santri

1 Mins read
Dibaca: 81 Anak pada hakikatnya tidak sekadar anugerah bagi orang tua. Lebih dari itu, anak adalah titipan Allah Subhana Allahu wa Ta’ala,… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritaharlahtbsiksabInternasionalke-TBSankudusmadrasahmasyayikh

Harlah Ke - 96, Madrasah TBS Gelar Temu Alumni dan Ngaji Bareng Masyayikh

1 Mins read
Dibaca: 116 Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke – 96 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus menggelar Temu Alumni dan Ngaji Bareng… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

2 Comments

Silakan komentar