beritajeparamasyayikhqudsiyah

KH Asnawi Juga Ulama Ahli Syiir

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, JEPARA – Tidak banyak yang mengetahui kalau KH Asnawi Kudus adalah seorang penyair. Salah satu karyanya adalah shalawat Asnawiyah. Demikian dikatakan KH Em Najib Hasan dalam pengajian umum 1 Abad Qudsiyah di Halaman Masjid Baitus Salam, Mindahan, Batealit, Jepara pada Sabtu (30/07/2016) malam.

Menurut Kiai Najib, Mbah Asnawi memiliki cara dakwah sendiri. Meski bukan ahli ceramah seperti ustadz-ustadz di televisi, ulama yang memimpin komite hijaz di awal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) tersebut berdakwah dengan laku (bil hal). “Beliau lugas dalam berdakwah,” kata Kiai Najib.

Soal nasionalisme, Kiai Najib punya cerita sendiri. Ketika menulis syair shalawat Asnawiyah, Mbah Asnawi lebih suka mengucapkan Indonesia dengan “Undunesia”, pakai “u”, dalam bahasa Arab dibaca dengan harakat dhammah. Alasannya, jika Indonesia pakai “I” atau kasrah (logat Arab), terkesan rendah karena posisinya selalu di bawah.

Karena itulah dalam menyusun syiir shalawat, ketika sampai kata “Indonesia Raya Aman”, Mbah Asnawi menambah dengan huruf “Ba”. Bacanya jadi “Bindunesia Raya Aman”, artinya; dengan Indonesia Raya yang aman. Syiir ini kemudian terkenal dengan sebutan syiir shalawat Asnawiyah karena digubah langsung oleh KH Asnawi Bendan Kudus.

Nama asli KH Asnawi adalah Ahmad Syamsi. Lahir di Desa Damaran Kudus pada tahun 1281 H, wafat di usia 98 pada tahun 1379 H. Ia keturunan ke-15 dari Sunan Kudus dan ke-5 dari Kh Mutamakkin, Kajen, Pati. Sejak kecil belajar ke ayahnya bernama KH Abdullah Husnain. Pada usia 18 tahun, Kiai Asnawi muda belajar ke Tulungagung.

Setelah itu, melanjutkan belajar ke Makkah, Madinah, Baghdad dan Mesir. Perjalanan ini mirip jejak rihlah Imam Syafi’i ketika menuntut ilmu. Dalam sejarah, Imam Syafi’i memang studi di empat pusat ilmu paling berpengaruh di masanya tersebut.

Baca Juga  IKSAB Peringati Isra' Mi'raj Sekaligus Tasyakuran Santrimenara.com 2.0

Pengajian bertema meneladani Dakwah KHR Asnawi itu dihadiri oleh ratusan orang dari warga sekitar dan alumni Madrasah Qudsiyah. Acara yang dirangkai dengan agenda Halal Bihalal IKAQ Jepara dan Haul KH Moch Mahmudi ke-16 itu juga menghadirkan KH Yusrul Hana Sya’roni (Gus Hana) dan KH Idham Khalid. Mantan Gubernur Ali Mufiz juga hadir mewakili keluarga KH Moch Mahmudi. (smc-212)

Komentar
Avatar
56 posts

About author
Alumni TBS 2005. Tinggal di Jepara
Articles
Related posts
beritaiksabInternasionaljeparake-TBSanKisahsantri

Kisah Santri TBS Lulus S2 dari Amerika Serikat

2 Mins read
Dibaca: 69 Baru-baru ini, Muhammad Taqiyuddin baru saja menyelesaikan studi magister dari salah satu kampus di Amerika Serikat, yakni University of Georgia… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritainfoNasional

Resmi Dikukuhkan, LP. Ma’arif NU Tangsel Canangkan Program Madrasah/Sekolah Unggul

1 Mins read
Dibaca: 25 Serpong—Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP. Maárif NU) Kota Tangerang Selatan masa khidmah 2020-2025 resmi dikukuhkan. Pelantikan… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritainfokudus

Hebat, Mahasiswi IAIN Kudus Raih Medali Emas di Ajang ONLI Tingkat Nasional

1 Mins read
Dibaca: 35 Kudus—Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Kudus meraih medali emas pada Olimpiade Numerasi dan Literasi Indonesia (ONLI) Session 2 Tahun 2021 Level… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

Silakan komentar