berita

IPHI Kudus Gelar Shalat Ghaib Dan Istighasah Untuk Korban Rohingya

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Kudus menggelar salat ghaib dan istighasah atau doa bersama untuk korban tragedi kemanusian Rohingya di Myanmar yang diikuti oleh ribuan umat muslim, Jumat (8/9/2017). Kegiatan tersebut dilakukan lantaran mereka prihatin atas penderitaan yang melanda etnis Rohingya hingga jatuh korban dan sebagai solidaritas antar sesama umat Islam.

Jumlah kaum muslim yang ikut salat ghaib ada sekitar 1.750 an sebagaimana disampaikan oleh Yudi Ernawan Wakil Ketua pelaksana. Jumlah tersebut terdiri dari anggota IPHI di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. “Ini merupakan aksi yang kami lakukan, dengan mendoakan sesama muslim Rohingya agar diberikan pertolongan oleh Allah SWT sehingga tidak berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan ini dimulai pukul 14.40 WIB di Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK) Jati Kudus. Para peserta terlihat khusyuk dengan balutan pakaian serba putih, satu persatu datang dan masuk ke JHK Kudus semenjak habis Salat Jumat. Selama kegiatan salat ghaib, ruangan nampak penuh oleh ummat muslim. Ruangan dibagi menjadi dua, dengan sisi barat muslim laki-laki dan bagian timur perempuan.

Bertindak sebagai imam salat ghaib, KH M Arifin Fanani pengasuh pondok pesantren MUS-YQ memimpin shalat ghaib dengan penuh khidmad dilanjutkan Qiroatul Quran dibacakan Sayuthi Nafi’.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Kudus Musthofa beserta Forkopimda, Ketua DPRD Kudus dan Waka Polres Kudus beserta jajaran. Pada acara doa bersama ini, Bupati memberikan apresiasi positif. “Ini adalah contoh yang baik. Bahkan bisa menginspirasi daerah lain,” katanya ketika memberikan sambutan.

Bupati menegaskan bahwa dengan doa ini merupakan aksi positif. Untuk itulah Dirinya menyampaikan terima kasih kepada warga Kudus yang dengan tulus mendoakan warga muslim Rohingya di Myanmar.

Baca Juga  Imam Nahrawi: Sudah Terlalu Lama Kita Hanya Bertahan, Saatnya Harus Menyerang

Kejadian tragedi kemanusiaan ini, lanjutnya, berharap segera usai dan jangan sampai terjadi di Indonesia. Untuk itulah butuh kedewasaan seluruh masyarakat dalam menerima informasi.

“Saya meminta seluruh masyarakat untuk perkuat persaudaraan dan jangan mudah terprovokasi. Karena hal-hal yang salah informasi justru bisa memecah belah persatuan,” pesannya. (smc-777)

Komentar
Related posts
beritaNU

Kisruh Kamus Sejarah Kemendikbud, Nahdlatul Ulama Harapkan Revisi

1 Mins read
Dibaca: 65 JAKARTA, Santrimenara.com-Kisruh Kamus Sejarah yang diterbitkan Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menuai kritik banyak pihak. Ketua Umum NU… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
berita

Maknai Hari Kartini, Sitta Rosdaniah: Literasi Keuangan bagi Perempuan Sangat Penting

2 Mins read
Dibaca: 57 JAKARTA, Santrimenara.com-Para perempuan Indonesia memaknai Hari Kartini sebagai momentum perjuangan dan kesetaraan. Perempuan menjadi faktor penting dalam pemulihan ekonomi nasional… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritakudus

MUWAKKILI ala Mbah R. Asnawi

2 Mins read
Dibaca: 148 Oleh : Aslim Akmal Nikah adalah penghalal terjadinya hubungan badan antara seorang perempuan dengan laki-laki dengan lafadh nikah atau sejenisnya,… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

Silakan komentar