BukuResensi

Beli Buku Santri Membaca Zaman atau Data Internet Sebulan?

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, BUKU – Buku Santri Membaca Zaman setebal 312 halaman yang ditulis oleh 25 santri menara alumni Madrasah TBS Kudus lintas profesi dan lintas angkatan, kini bisa Anda dapatkan secara online melalui Redaksi SantriMenara.Com.

Harganya terjangkau, hanya Rp. 50 ribu (belum ongkir), Anda bisa dapatkan wawasan keilmuan perspektif para santri menara yang sudah melang melintang di dunia akademis, intelektual, media, ekonomi, sosial dan lainnya.

Sayangnya, buku kompilasi tersebut hanya dicetak terbatas. Jika Anda tidak mengambil kesempatan, Anda tidak kebagian menikmati renyahnya para santri menara menulis gagasan sesuai konsen keilmuan masing-masing. Sebab, edisi revisi sudah disiapkan oleh editor buku, Nur Said, M.A., M.Ag.

Kami bocorkan sedikit isi buku tersebut. Anda penasaran dengan konten artikel Tajuddin Arafat berjudul “Santri Anti Gagal Paham”? Jika Anda bisa menebak isinya, berarti Anda tidak layak membeli buku ini. Anda juga tidak perlu memiliki buku terbitan Santri Menara Pustaka berkerjasama dengan Aswaja Presindo ini jika bisa meramalkan isi judul naskah “Ngaji Islam Seberang di Dunia Digital ala Santri Gaul” karya Khabibi Muhammad Luthfi.

Buku Santri Membaca Zaman

Buang saja keinginan untuk membaca buku jika Anda lebih mengutamakan data internet sebulan senilai Rp. 80 ribu. Baca saja review singkat buku Santri Membaca Zaman, lalu lupakan dan pegang lagi gadget Anda, lalu tidur, lalu Anda tidak tahu isinya, pedahal menurut Dr. Abdul Muhayya, isinya sudah memiliki ruh komparatif sehingga para penulis santri di buku ini tampak sangat mudah merespon pemikiran kontemporer yang dinamis setiap saat.

Anda bisa membaca proses pembuatan buku pada dua judul berita ini:

  1. 6 santri mengantar 1000 buku ke Silatnas TBS, ini serita serunya.
  2. Belum dicetak, buku Santri Membaca Zaman sudah ada pemesan.
Baca Juga  6 Santri Mengantar 1000 Buku ke Silatnas TBS, Ini Cerita Serunya

Jika Anda tidak percaya bahwa santri menara itu punya daya linuwih intelektual, silakan buktikan dengan membeli bukunya. Selain 2 judul di atas, ada 23 judul lain yang menarik untuk Anda ikuti. Cara pesannya sangat mudah, ikuti format SMS berikut kirim ke 0856-4178-3185:

SantriMembacaZaman# Nama Lengkap# Alamat Kirim# Nomor handphone penerima# Jumlah buku yang dipesan# Keterangan lain.

Contoh: SantriMembacaZaman# Anamila Naila# Jl. Turaichan Adjhuri 23 Kudus, Jateng 59413 # 089958591# 20 eks buku# Berapa totalnya mas kalau kirim pakai JNE, saya transfer hari ini juga menggunakan rekening BNI yah.

Lebih mahal mana membeli buku dengan membeli data internet yang habis tiap bulan? Keputusan ada di tangan Anda. Jika habis stok, wallahu a’lam. Semoga tidak menyesal jika terlewat baca bukunya. (sms-212)

Komentar
Avatar
56 posts

About author
Alumni TBS 2005. Tinggal di Jepara
Articles
Related posts
opiniResensi

Belajar Cinta dan Kearifan dari Maulana Rumi dan Eyang Tabrizi

3 Mins read
Dibaca: 220 Oleh: Moh. Haidar LatiefMuhammad Syamsuddin ibn Malik Dad Ali atau yang terkenal dengan sebutan Syams Tabrizi (Matahari dari Tabriz) dan… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritaResensiResensi Buku

Catatan Muh. Safin : Resensi Buku Dalil Sejarah TBS

5 Mins read
Dibaca: 2.582 Dalam situs pribadi Mas Badri, Badriologi.com, beliau mengatakan bahwa Alumni TBS itu luar biasa. Seperti lebah. Diam-diam menghasilkan madu. Tapi… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
beritaResensiResensi Buku

Egosentrisme dan Upaya Mendokumentasikan Sejarah

3 Mins read
Dibaca: 1.341 EGOSENTRISME dalam menulis sejarah tanpa metodologi penelitian dan uji data ilmiah yang tepat akan menghasilkan data yang batil. Apalagi menulis… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

6 Comments

  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar

Silakan komentar