akhlaqGus Dur

Alasan Gus Dur Meminta Maaf Kepada KH Turaichan Adjhuri

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Di awal berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gus Dur pernah sowan kepada KH Turaichan Adjhuri (Mbah Tur) di rumahnya, Kudus Kota. Dalam dokumentasi foto sowan tersebut, Gus Dur terlihat mencium tangan Mbah Tur. Keduanya dalam posisi duduk di atas kursi. Didampingi oleh Alwi Shihab (kanan) dan KH Sya’roni Ahmadi (kiri). Mbah Tur mengenakan jubah, sementara Gus Dur berpakaian batik.

Terkesan tangan Mbah Tur yang ditarik oleh Gus Dur. Dan Mbah Tur, dalam foto tersebut, tampak seperti orang tua yang sangat dihormati oleh Gus Dur laiknya anak yang mengiba. “Gus Dur meminta maaf kepada Bapak (Kiai Turaichan, red),” jelas KH Choirozyad Tajus Syarof, putra Mbah Tur, di Kudus, Sabtu (13/08/2016) malam.

Menurut Kiai Zyad, sebelum sowan, Gus Dur menelepon kalau akan datang ke rumah Mbah Turaichan di Kudus karena merasa punya salah kepada master ilmu Falak itu. “Saya punya hutang, mau sowan. Ngapunten, mumpung saya masih hidup, Mbah Tur masih ada, saya ingin meminta maaf,” pinta Gus Dur kepada Kiai Zyad lewat telepon.

Ceritanya, saat menjabat Ketua Umum PBNU, Gus Dur merasa bersalah kepada Mbah Tur karena pernah membuat keputusan 1 Syawwal pada tanggal 27 Ramadhan. PBNU menyebut ketentuan tersebut diambil dari rukyat. Klaim sepihak inilah yang tidak bisa diterima oleh Mbah Tur. Lazimnya, rukyat baru dilakukan pada H-1 Syawwal, bukan H-3 atau H-2.

Pengurus NU Kudus yang ketika itu dipimpin oleh Kiai Munawar Khalil tentu tidak berani mengedarkan surat keputusan PBNU kepada pengurus-pengurus ranting karena masyarakat Kudus berkiblat kepada penanggalan Menara Kudus yang sudah dibuat Mbah Tur. “Jika ada yang tanya keputusan saya, silakan lihat tanggalanku,” kata Mbah Tur kala itu.

Baca Juga  Gus Dur dalam Gelora Demokrasi

Klaim rukyat di atas hanya sebagian keputusan Gus Dur yang tidak disepakati oleh Mbah Tur. “Pada prinsipnya, Mbah Tur banyak tidak cocok dengan kebijakan Gus Dur,” imbuh Kiai Zyad, yang dalam foto itu terlihat tersenyum di bagian paling depan sebelah kanan. (smc-212)

– Tunggu kisah Mbah Asnawi bersama santri kesayangannya, Mbah Ma’mun Ahmad. Ada juga nanti cerita Mbah Hasan Mangli saat belajar dan tirakat di Madrasah TBS Kudus dan kenangan Mbah Mangli diajar Mbah Ma’mun Ahmad ilmu Tauhid.

Komentar
Avatar
56 posts

About author
Alumni TBS 2005. Tinggal di Jepara
Articles
Related posts
akhlaqmasyayikh

Murid Kesayangan Mbah Asnawi Itu KH Ma’mun Ahmad

1 Mins read
Dibaca: 8.637 SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Tidak banyak yang mengetahui kalau KH Ma’mun Ahmad, pengasuh Pondok Pesantren Tasywiquth Thullab Baletengahan Kudus adalah murid… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
akhlaqmasyayikh

Mbah Arwani Membersihkan Kerikil Jalan yang Dilewati Ibunya Kiai Ma’ruf Irsyad

1 Mins read
Dibaca: 7.146 SANTRIMENARA.COM, AKHLAQ – Suatu saat, KH Ma’ruf Irsyad bersama Ibu Nyai Munijah sowan KH Arwani Amin. Di dalem Mbah Arwani,… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
akhlaqesai

Antara Curiga dan Berburuk Sangka

2 Mins read
Dibaca: 3.996 Oleh Agus Hidayatullah SANTRIMENARA.COM, ESAI – Sebelum diberangkatkan ke Filipina, kami mendapatkan Pre-Deployment Training (PDT) sebagai upaya pengenalan tugas-tugas selama… Share ke:Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)

 

3 Comments

Silakan komentar