UMK Kudus Mendukung IKSAB TBS Dalam Menyebarkan Aswaja Sebagai Pagar Nusantara UMK Kudus Mendukung IKSAB TBS Dalam Menyebarkan Aswaja Sebagai Pagar Nusantara
Dibaca: 1.001 SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Pembukaan Musyawarah Besar dan Pengesahan Pengurus IKSAB TBS masa khidmah 1437-1441 H/2016-2020 M yang diselenggarakan Ikatan Siswa Abiturien (IKSAB)... UMK Kudus Mendukung IKSAB TBS Dalam Menyebarkan Aswaja Sebagai Pagar Nusantara

SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Pembukaan Musyawarah Besar dan Pengesahan Pengurus IKSAB TBS masa khidmah 1437-1441 H/2016-2020 M yang diselenggarakan Ikatan Siswa Abiturien (IKSAB) Madrasah TBS Kudus pada hari Kamis, 15 September 2016 di Aula Masjid Darul Ilmi Universitas Muria (UMK) Kudus dihadiri oleh KH. M. Ulil Albab Arwani, Drs. H. M. Yahya, Drs. Ulil Farich, Drs. Zainuri, MM Wakil Rektor UMK selaku tuan rumah dan Pengurus IKSAB TBS serta delegasi lintas angkatan lulusan yang tersebar di penjuru Nusantara bahkan di luar negeri.

Acara pembukaan MUBES IKSAB TBS diawali dengan Tawashul Bil Fatihah oleh KH. Abdullah Sa’ad badal Habib Luthfi Pekalongan. Seremonial acara yang diawali dengan bacaan Fatihah mendapat pujian dari Drs. Zainuri, MM karena membuka acara dengan Fatihah adalah ciri khas Ahlussunnah Wal Jama’ah yang tidak terjadi di organisasi luar di Indonesia. “Namun anehnya selama bertugas di Brunei Darussalam setiap acara baik formal maupun non formal selalu di mulai dengan Fatihah.” Zainuri berbagi pengalaman.

Demi keberkahan bagi Universitas Muria Kudus sebagai aset Kudus, Zainuri sangat berharap agar acara IKSAB yang dihadiri Kiai-kiai TBS semacam ini sering dilaksanakan di UMK. Lebih lanjut Zainuri menyatakan bahwa amar ma’ruf nahi munkar yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah sangat dibutuhkan dari kader-kader Islam utamanya kader-kader terbaik Madrasah TBS Kudus demi terwujudnya Islam yang damai, toleran dan rahmatan lil ‘alamin.

Brunai Darussalam sebagai Negara Islam sangat mudah dalam melakukan proteksi terhadap penyebaran aliran radikal melalui power kekuasaan. Materi khutbah Jum’at di Brunei Darussalam harus melalui seleksi oleh Majelis ulama di sana. Indonesia sebagai Negara yang majemuk berasaskan Pancasila sangat membutuhkan peran aktif kader TBS dalam wadah IKSAB TBS dalam menyebarkan Islam berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah. “Tolong kami bisa dilibatkan dalam program-program IKSAB TBS, agar kami dapat ikut berperan dalam menyebarkan faham Aswaja. Kami mempunyai beberapa tenaga handal dalam bidang IT semoga bisa membantu program IKSAB TBS tersebut.” pinta Wakil Rektor UMK.

Sebelum membuka Musyawarah Besar IKSAB TBS secara resmi, KH. Ulil Albab Arwani salah satu Masyayikh (kiai sepuh) Madrasah TBS mengingatkan kepada peserta MUBES untuk menata niat. Lebih lanjut Kiai Albab mengarahkan niat acara MUBES kepada niat silaturahim, karena dengan silaturahim Allah akan melapangkan rizki. Beliau mengutip hadits yang berbunyi:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه

“Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (Muttafaq ‘Alayh)

Menurut Kiai Albab rizki yang lapang sangat penting karena perjuangan harus ditopang dengan ekonomi yang kuat. Beliau mengutip firman Allah dalam Q.S. At Tawbah ayat 41:

وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (التوبة: 41)

“….. dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (Q.S. At Tawbah: 41)

Kiai Albab melanjutkan bahwa Al Qur’an berulang kali memerintahkan zakat setelah perintah shalat bukan yang lain. Ini menunjukkan adanya motivasi untuk menjadi kaya, karena hanya orang kaya yang bisa melaksanakan zakat. Beliau menyarankan bagi yang belum berkewajiban zakat setidaknya memberikan infak sesuai dengan kemampuannya. Sumbangsih kepada perjuangan Islam tidak harus dengan harta, namun bisa dengan ilmu atau tenaganya. Sebagaimana sebuah ungkapan:

مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلْيَتَصَدَّقْ مِنْ مَالِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ قُوَّةٌ فَلْيَتَصَدَّقْ مِنْ قُوَّتِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ عِلْمٌ فَلْيَتَصَدَّقْ مِنْ عِلْمِهِ

“Barangsiapa memiliki harta, maka bersedekahlah dengan hartanya. Barangsiapa memiliki kekuatan, maka bersedekahlah dengan kekuatannya. Barangsiapa memiliki ilmu, maka bersedekahlah dengan ilmunya.” (Jaami’ul Ulum Wal Hikam, 2: 59)

Usai pembukaan di Aula Masjid Darul Ilmi UMK Kudus, dilanjutkan dengan Musyawarah Besar secara paralel dalam 5 devisi. Devisi Penguatan Aswaja, Devisi Pengembangan Multimedia dan Data, Devisi Kemandirian Ekonomi dan Devisi Penguatan Jaringan. Dalam Devisi Kemandirian Ekonomi KH. M. Ulil Albab Arwani menyediakan dirinya untuk menjadi narator materi. (smc-777)

Komentar

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Silakan komentar