Ngaji Toleransi Dari Kiai Hasyim Asy’ari Ngaji Toleransi Dari Kiai Hasyim Asy’ari
Dibaca: 547 SantriMenara.Com – Berkelanjutannya ngaji bareng KOBAR yang berlangsung pada hari Selasa 21 Juni 2016 tepatnya di Maqha UIN Sunan... Ngaji Toleransi Dari Kiai Hasyim Asy’ari

SantriMenara.Com – Berkelanjutannya ngaji bareng KOBAR yang berlangsung pada hari Selasa 21 Juni 2016 tepatnya di Maqha UIN [Universitas Islam Negeri] Sunan Ampel Surabaya sepertinya memberikan nilai plus bagi paseduluran KOBAR [Komunitas Baca Rakyat].

Keberadaan ngaji bareng yang diadakan pada bulan ramadhan ini mampu memberikan kajian yang intens atas keteladanan terhadap beberapa sosok Ulama, seperti ngaji bareng atas keteladanan KH Ihsan Jampes yang diampu oleh Cak Wasid Mansur, serta ngaji bareng atas KH. Hasyim Asy’ari selaku pendiri Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama [NU] yang akan diampu oleh Gus Zaki Hadziq, untuk mendapatkan sanad yang sambung atas sosok KH. Hasyim Asy’ari maka Komunitas Baca Rakyat mengajak Gus Zaki Hadziq selaku Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Masruriyyah dan Cucu Hadratush Syaikh KH. Hasyim Asy’ari untuk bersedia mengkaji sosok Mbah Hasyim.

Ngaji Islam kepada Mbah Hasyim yang di selenggarakan oleh KOBAR [Komunitas Baca Rakyat] bersama MPII Jatim, RMI Jatim, LTN NU Surabaya, dan MATAN Surabaya telah dihadiri lebih dari 60 peserta dari berbagai kalangan. Dalam ngaji bareng ini Gus Zaki Hadziq mencoba mengajak semua jama’ah ngaji untuk bisa mengenal sang teladan lebih dekat. Ada pemaparan yang ingin disampaikan Gus Zaki pada ngaji bareng ini bahwa sosok KH. Hasyim Asy’ari merupakan sosok yang inspiratif, hal ini sesuai dengan sumber informasi yang didapat dan pantafakuran Gus Zaki, bahwa “KH. Hasyim Asy’ari dalam keseharian tidak menunjukkan sosok yang ingin disanjung dan dipuja. Keseharian Beliau lebih banyak dihabiskan dengan perilaku yang toleran antar sesama, salah satunya adalah kesedeharhanaan Mbah Hasyim dengan masyarakat sekitar seperti rutin terjun langsung ke persawahan yang tujuannya bisa lebih dekat bersama masyarakat”, uraian Gus Zaki akan Mbah Hasyim yang rutin mengajak beberapa santri dalem dalam mengawasi kondisi pertanian biarpun kesibukan Beliau sangat padat.

Toleransi Mbah Hasyim bisa dijumpai ketika Mbah Hasyim diminta pendapat oleh beberapa warga yang multi etnis, dan Gus Zaki juga memaparkan akan toleransi Mbah Hasyim yang dinampakkan ketika Mbah Hasyim dipertemukan dengan sebuah kegelisahan warga akan keberadaan sosok Kiyai yang menurut warga tidak berlaku wajar sebagaimana mestinya, dengan segera Mbah Hasyim mencoba memberikan klarifikasi kepada sosok Kiyai tersebut, ternyata ada sedikit kesalahpahaman warga akan sosok Kiyai ini, permintaan maaf pun diberikan Mbah Hasyim akan kesalahpahaman warga ini.

hasyim asyari

Diskusi Lintas Gerakan & Aktivis

 

KH. Hasyim Asy’ari dalam menjalankan kesehariannya ternyata mampu memberikan pembelajaran kepada masyarakat sekitar dan jama’ahnya, hal ini sesuai pemaparan Gus Zaki akan sosok Mbah Hasyim yang pernah terdapati penghinaan dalam menjalankan ibadah sholat, ada sosok Kiyai yang sedang ikut sholat berjama’ah di Pesantren Tebuireng seolah-olah melihat wajah kera di wajahnya yang ikut sholat, serentak Kiyai tersebut bangkit dari sholat dan meneriaki yang sedang sholat dengan sebutan kalian semua kera, setelah meneriaki yang sedang sholat pulanglah Kiyai ini. Ketika mengetahui hal ini apa yang dilakukan Mbah Hasyim, Beliau mendatangi Kiyai tersebut dan memohon klarifikasi akan apa yang telah diucapkannya. Tiada sedikit pun kemarahan dari Mbah Hasyim akan ucapan Kiyai tersebut.

“Adanya keteladanan yang dipaparkan Gus Zaki atas sosok KH. Hasyim Asy’ari, menandakan bahwasanya kehidupan ini sangatlah indah jika kehadiran kita selaku insan manusia mampu menjaga keutuhan tali persaudaraan antar sesama”, uraian Ketum KOBAR Dr. Chafid Wahyudi dalam sela-sela ngaji bareng kepada Mbah Hasyim. Dalam ngaji bareng ini Gus Zaki menguatkan sosok Mbah Hasyim atas Nahdlatul Ulama [NU], menurut Gus Zaki kehadiran NU dalam menjaga nilai toleransi antar sesama merupakan salah satu karomah dari 3 sosok Kiyai pendiri, yakni KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wachab Hasbullah dan KH. Bisri Syansuri. Dengan melihat pemaparan Gus Zaki atas sosok KH. Hasim Asy’ari seperti ada nasehat kepada hadirin akan perlunya sikap toleransi dalam masyarakat yang pluralis maupun yang hedonis.

“Dalam kepribadian Mbah Hasyim yang sederhana seperti ada penyembunyian kekaromahan Beliau, jadi sangatlah wajar jika ternyata kehadiran NU mampu mengejawantahkan pemikiran Mbah Hasyim, Mbah Wachab Hasbullah serta Mbah Bisri Syansuri tentang saling menjaga kerukunan dengan baik, karena hadirnya NU bagaikan wujud kekaromahan ketiga pendiri NU”, paparan Ketua LTN NU Surabaya selaku pendamping yakni Gus Rijal Mumazziq Zionis. (SMC/ABD)

Source: Kobar.Co

Komentar

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Silakan komentar