Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi; Siapa yang di Salib Yahudi? Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi; Siapa yang di Salib Yahudi?
Dibaca: 582 SANTRIMENARA.COM, NGAJI TAFSIR. Penjelasan tentang Nabi Isa dalam Surat Ali Imran masih berlanjut. Menginjak pada ayat ke 46, KH. Sya’roni Ahmadi menerangkan... Ngaji Tafsir KH. Sya’roni Ahmadi; Siapa yang di Salib Yahudi?

SANTRIMENARA.COM, NGAJI TAFSIR. Penjelasan tentang Nabi Isa dalam Surat Ali Imran masih berlanjut. Menginjak pada ayat ke 46, KH. Sya’roni Ahmadi menerangkan tentang ketika dewasa, Nabi Isa menjadi seorang manusia yang sholih.

KH. Sya’roni Ahmadi juga menerangkan tentang siapa yang di salib oleh orang Yahudi. Dalam keterangnya, ketika kelompok Yahudi mengepung rumah Nabi Isa AS, malaikat Jibril mengangkat Nabi Isa ke langit ke 2. Lalu komandan Yahudi masuk lebih dulu kedalam rumah dan tidak menemukan Nabi Isa di dalam rumah. “Allah SWT memiliki cara yang indah dalam menunjukkan keagunganNya, Allah menyerupakan wajah komandan yahudi itu, namun badannya masih tetap sama,” jelas KH. Sya’roni Ahmadi.

Dari luar rumah Nabi Isa AS, terang KH. Sya’roni Ahmadi, melihat ada orang yang wajahnya mirip Nabi Isa, maka di bunuhlah orang tersebut oleh kaum Yahudi. Setelah membutuh orang yang serupa dengan Nabi Isa, maka orang orang yahudi menyalibnya. “Banyak dari kaum yahudi yang bingung, apa benar yang disalib adalah Nabi Isa, karena tubuhnya mirip dengan tubuh komandannya yang tidak ditemukan keberadaannya,” terang Yai Syaroni.

Dalam penjelasan KH. Sya’roni Ahmadi, Nabi isa sendiri masih hidup sampai sekarang sekarang dan tidak disalib. Nanti ketika Nabi Isa turun ke bumi memiliki dua tugas utama yakni membunuh dajjal dan mengislamkan kaum nasrani. “Nanti nabi isa akan turun di bumi selama tujuh tahun, dan orang yahudi dan nasrani akan masuk islam. Di dunia, Nabi Isa juga akan memiliki istri dan dua anak laki-laki,” terang Mbah Syaroni.

Dalam Ayat ke 47, KH. Sya’roni Ahmadi menjelaskan tentang ketika Nabi Isa ada dengan lafal Kun Fayakun, bukan berarti Allah SWT harus mengucapkan kata tersebut namun itu adalah ibarat dalam orang arab. “Seandainya di tempat kita orang bilang teg langsung jadi, maka kata teg itulah yang dipakai ukuran waktunya,” jelasnya.

Pada ayat selanjutnya dijelaskan oleh  KH. Sya’roni Ahmadi bahwa Nabi Musa diberi Allah SWT Ilmu Tulis dan Hikmah serta hafal kitab Taurat dan Injil. KH. Sya’roni Ahmadi juga menjelaskan bahwa dulu yang hafal kitab Allah hanya nabinya, maka Injil bisa dirubah karena tidak pada hafal. Sedangkan Al Quran tidak begitu. Anak kecil sudah banyak yang hafal, jadi kalau ada yang mau merubah akan ketahuan.

Pada ayat berikutnya dijelaskan bahwa Nabi Isa merupakan utusan untuk Bani Israil. Terdapat beberapa mukziyat yang disebutkan dalam ayat ini seperti Nabi Isa ketika memegang tanah liat dan dijadikan burung lalu di tiup maka tanah liat itu bisa menjadi burung dan terbang atas ijin Allah SWT. Begitu juga menyembuhkan orang sakit seperti sakit buta dan belang. Mukziyat lain adalah Nabi Isa AS bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal. (SMC-199),

 

Komentar

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Silakan komentar