Meski Sudah Alumni, Mutakhorijin TBS Di Jogja Masih Mendo’akan Masyayikhnya Meski Sudah Alumni, Mutakhorijin TBS Di Jogja Masih Mendo’akan Masyayikhnya
Dibaca: 312 SANTRIMENARA.COM, YOGYAKARTA – Melihat media massa yang rame memperbincangkan 4 november. Membuat temen-temen curiga dengan tanggal itu seakan istimewa banget dan booming... Meski Sudah Alumni, Mutakhorijin TBS Di Jogja Masih Mendo’akan Masyayikhnya

SANTRIMENARA.COM, YOGYAKARTA – Melihat media massa yang rame memperbincangkan 4 november. Membuat temen-temen curiga dengan tanggal itu seakan istimewa banget dan booming juga. Tapi bukan untuk ikut aksi di sana, pahami dan harus diakui tanggal itu memang istimewa bagi Format Jogja. Karena tanggal itu Format Jogja juga mempunyai agenda selapanan dan temu kangen para mutakhorijin (alumni) madrasah TBS yang berada di Jogja.

Acara rutinan ini bertempat di masjid Nurul Asri Depok Sleman (atau tepatnya dekat dengan kampus UNY dan UGM) dimulai dari jam 19.30-22.00 WIB ini dihadiri sekitar 28 mutakhorijin dari beberapa angkatan lulus. Dalam acara ini meliputi, sholawat, tahlil dan bacaan Ratib Al Hadad yang kesemuanya dikhususkan untuk para muassis (founding father) madrasah TBS, Masyayikh TBS. “Walaupun kita sudah mutakhorijin kita harus ingat apa yang disampaikan oleh masyayikh ketika masih belajar di kudus ojo lali karo weton” ungkap Aufan Niam selaku ketua Format Jogja. Acara ini juga untuk mendoakan negara indonesia agar aman damai tentram satu sama lain saling bergandengan untuk menjaga NKRI dan khususnya mutakhorijin TBS bisa solid. Di tambah lagi tempat ini (masjid) ini bukan basisnya Nahdiyyin. Sekalian kita menyiarkan dakwah untuk kebaikan Islam Nusantara dan mengamalkan ajaran para masyayikh.

Dalam acara ini juga ada sharing ide gagasan untuk keberlangsungan kumpul bareng santri TBS yang domilisi di Jogja dan ikut andil membumikan Islam Nusantara di tanah Mataram ini. Dalam hal ini Autad An-Nasher anggota Format Jogja dan pengurus Pusat IKSAB menyampaikan sudah saatnya kita berdakwah melalui media online melihat fenomena sekarang media online sudah dikuasai Islam garis keras. Dengan cara mengaktifkan sosmed (IG, FB, twitter) dengan meme dan petuah para masyayikh yang tentunya bisa menyiarkan juga. Lebih-lebih bisa menghidupkan buletin Thullaba setiap jumuah untuk disebar ke masjid-masjid di Jogja, kalau bisa kita (kaum nahdiyyin) jangan sampai kalah dengan Islam ekstrem yang berdakwah lewat buletin setiap jum’at.

Autad juga menambahkan kita bisa merutinkan acara ini, dan minggu berikutnya temen-temen format bisa mengadakan acara nonton film bareng dan dilanjut dengan diskusi, mengundang seluruh elemen ormas Islam yang ada di Jogja. (Tee)

Komentar
  • Albuka

    02/01/2017 #1 Author

    Sebagai alumni yg tinggal dijogja,sy berharap teman2 tbs-jogja ut segera merubah nama menjadi “iksab” mengikuti nama yg sudah ada,disepakati dn di ridloi para yai. buang ego,niati ikut dawuhe yai,,jangan ngaku santri tp nek ra gelem mantu yai’

  • Albuka

    03/01/2017 #2 Author

    Ini kok masih ada format?kenapa tak di ganti “iksab” sesuai dawuhe yai

Silakan komentar