Lukman Hakim Saifuddin ; Hari Santri untuk Semua Lukman Hakim Saifuddin ; Hari Santri untuk Semua
Dibaca: 521 Jakarta – Hari Santri telah menjadi hari nasional mulai tahun 2015. Pemerintah melalui Kementrian Agama menjadi lembaga yang ditunjuk untuk menyelenggaraan peringatan... Lukman Hakim Saifuddin ; Hari Santri untuk Semua

Jakarta – Hari Santri telah menjadi hari nasional mulai tahun 2015. Pemerintah melalui Kementrian Agama menjadi lembaga yang ditunjuk untuk menyelenggaraan peringatan Hari Santri 2018. Pada Jum’at (10/8) , Kementrian Agama mulai melaunching rangkaian kegiatan Hari Santri Tahun 2018  di Kantor Kementrian Agama, Lapangan Banteng oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Lukman pada tahun 2018 peringatan hari santri ini mengambil tema “Bersama Santri Damailah Negeri”. Tema ini diambil sebagai respon kondisi bangsa yang sedang menghadapi persoalan seperti hoaks, ujaran kebencian, propraganda kekerasan, hingga terorisme.

Hari Santri, Menurut Lukman, adalah hari untuk semua santri. Tidak hanya Kementrian Agama saja yang berhak memperingati namun semua santri bisa memperingatinya dengan caranya sendiri. “Jadi saya berharap Hari Santri seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, setiap warga boleh mengadakan kegiatan mereka masing-masing dengan cara mereka masing-masing,” ujar Lukman.

Kegiatan selanjutnya adalah Kopi Darat (Kopdar) Akbar Santrinet Nusantara dimulai dengan pada hari Jum’at sampai dengan Sabtu (10-11/8).  Pada Kopdar kali ini, Kemenag mengundang Santri yang menjadi Admin media sosial dan website. Dalam kopdar ini akan membincangkan strategi gerakan pengarusutamaan moderasi Islam. Selain Kopdar peserta juga akan ikut meramaikan Car Free Day Bershalawat bersama Sabyan di jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat pada Ahad (12/8).

Lebih lajut Kemetrian Agama juga akan mengadakan PesanTrend dalam balutan Kopdar ihya’ dengan mendatangkan Ulil Abshar Abdalla pada bulan September. Ada juga Perkemahan Pramuka Santri Nusantara di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayuti Musa, Muaro Jambi pada tanggal 1-7 Oktober 2018.

Selain itu ada juga Muktamar Pemikiran Santri Nusantara dengan metode call paper di Yogyakarta pada tanggal 10-12 Oktober 2018. Bersamaan dengan Muktamar, Kemenag juga menggelar Malam Kebudayaan yang akan menampilkan kesenian santri, pembacaan puisi kiai, santri dan budayawan. Tidak ketinggalan Pameran Karya Pesantren dan Pegon Exibition yang berisi pameran kitab-kitab berbahasa lokal yang dikarang oleh Ulama Nusantara.

Santri Millennial Competitions dan Pesantren Business Challenge menjadi kegiatan yang menantang pesantren dan santri. Pada  Santri Millennial Competitions, santri ditantang untuk membuat Desain Meme, Festival Film Pendek dan Video Lalaran Nadham Alfiyyah untuk dilombakan. Sedangakan Pesantren Business Challenge merupakan ajang eksplorasi penguatan ekonomi Pesantren.

Pada puncak acara Hari Santri 2018, Kemenag akan melaksanakan SantriVersary yang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Kegiatan ini akan diisi renungan Hari Santri 2018 bersama Menteri Agama, tausiyah kebangsaan oleh Habib Jindan bin Novel bin Jindan, dan disemarakkan oleh penampilan Sabyan Gambus dan orkestra santri di Bandung, Jawa Barat. (SMC-199)

 

Komentar

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Silakan komentar