Koperasi Cermin Ideologi dan Budaya Bangsa Koperasi Cermin Ideologi dan Budaya Bangsa
Dibaca: 325 SANTRIMENARA.COM, JAKARTA – Kalau alumni Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus menjadi kiai, itu biasa. Apalagi menjadi ustadz atau guru, sudah sangat... Koperasi Cermin Ideologi dan Budaya Bangsa

SANTRIMENARA.COM, JAKARTA – Kalau alumni Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus menjadi kiai, itu biasa. Apalagi menjadi ustadz atau guru, sudah sangat biasa. Tetapi bagaimana jika ada alumni yang menjadi pakar koperasi, apalagi levelnya sudah nasional? Ini baru luar biasa.

Adalah Nur Khalim Mahmudi, alumni Madrasah TBS angkatan 1999 yang kini menggeluti dunia perkoperasian, yang di tanah air, ‘dipopulerkan’ oleh sang proklamator Muhammad Hatta. Terjun di dunia koperasi pun, baginya bukan hal yang tanpa pertimbangan.

‘’Koperasi merupakan wadah ekonomi yang menjadi amanah konstitusi, yaitu Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur tentang Pengertian Perekonomian, Pemanfaatan SDA (Sumber Daya Alam), dan Prinsip Perekonomian Nasional,’’ ungkapnya.

Pemahaman akan nilai-nilai inilah, yang mendorong lelaki kelahiran Kudus pada 05 Mei 1978, ini kemudian terjun di dunia koperasi sewaktu duduk di bangku mahasiswa, yakni di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka). Di Uhamka, ia bahkan dipercaya menjadi ketua Koperasi Mahasiswa (Kopma) Uhamka periode 2004–2006.

Berbagai posisi di organisas koperasi pun kemudian dijabatnya, mulai dari sekretaris Badan Komunikasi Pemuda Koperasi (BKPK) Dekopinwil DKI Jakarta (2010–2014), Plt. BKPK Dekopinwil DKI Jakarta (2012–2014), dan menjabat Komite Pendidikan dan Pelatihan BKPK Dewan Koperasi Pemuda Indonesia (Dekopin) periode 2009–2014.

Selain itu, ia juga pernah menjabat direktur BKPK Institute (2010–2014), wakil sekretaris Koperasi Bhakti Pemuda (Kobhada) Jakarta, 2009-2012, public relation Pusat Informasi Perkoperasian (PIP) 2009–2014, sekretaris Ikatan Keluarga Alumni Koperasi Mahasiswa Indonesia (Ika Kopma) pada 2011-2014, serta sekretaris Co-Opreneurs 2011–2014.

‘’Alhamdulillah, Saya juga pernah dipercaya menjadi panitia pelaksana Seminar Nasional Koperasi di Kapal Perang KRI Tanjung Nusanive Pada Hari Koperasi Nasional di Jakarta (2011), ketua bidang organisasi & kelembagaan Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) pada 2011-2014 dan Ketua Bidang Koperasi & UKM Lembaga Pendukung Kekuatan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia,’’ paparnya.

Kini, suami Gustiana Nirmalasari SE. yang juga ayah dari Nabila Aulia Ramadhani Qudsi, Sultan Arhaburrizqi El-Qudsi dan Agha Alvaro El-Qudsi ini tercatat sebagai sekretaris Fokus UMKM Jakarta (2016), Ketua Bidang Kerjasama Usaha Antar Lembaga dan Kemitraan (2016), serta pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Assosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumandiri).

‘’Koperasi ini sangat menarik karena tidak sekadar sebagai pilar ekonomi bangsa dan wadah ekonomi semata, tetapi merupakan ideologi budaya masyarakat Indonesia yang mencerminkan azas kekeluargaan, gotongroyong, keterbukaan (transparasi), memiliki akuntabilitas, hingga pendidikan dan pelatihan. Inilah menariknya koperasi,’’ tegasnya. (smc-99)

Komentar

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Silakan komentar