Jadi Ketua PMII Semarang, Zuhri Siap Hidup dengan Bahaya Jadi Ketua PMII Semarang, Zuhri Siap Hidup dengan Bahaya
Dibaca: 1.551 SANTRIMENARA.COM, SEMARANG – Ahmad Zuhri (23), Mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang juga alumni Madrasah NU TBS Kudus Sabtu kemarin (30/07/2016) resmi dilantik... Jadi Ketua PMII Semarang, Zuhri Siap Hidup dengan Bahaya

SANTRIMENARA.COM, SEMARANG – Ahmad Zuhri (23), Mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang juga alumni Madrasah NU TBS Kudus Sabtu kemarin (30/07/2016) resmi dilantik sebagai Ketua Umum PMII Cabang Semarang.

Bertempat di aula pertemuan Masjid Agung Jawa Tengah, acara tersebut dihadiri sekitar 200 kader PMII dari Rayon dan Komisariat se-Semarang. “Bahkan datang juga tamu undangan dari Kudus, Grobogan dan Solo,” kata Imam Syafii, ketua panitia.

Hadir juga dalam pelantikan tersebut Dr. Kuncoro Himawan, MSI (mewakili Walikota Semarang), KH. Anasom (pembina dan ketua PCNU Semarang), Ngainir Richard (Anggota DPRD Jateng), Ibnu Aqil (ketua PKC PMII Jawa Tengah) dan Faiz Kurniawan (mewakili Pengurus Besar PMII Jakarta).

Zuhri adalah Mutakhorijin TBS angkatan 2011. Mahasiswa asli Pati ini juga pernah nyantri di Ponpes Raudlatul Muta’allimin Jagalan 62 Kudus, asuhan KH. Ma’ruf Irsyad.

“Zuhri ini mirip Jokowi loh, coba nanti dicek,” ujar Faiz dalam sambutannya mewakili Aminuddin Ma’ruf yang tak bisa hadir. Hadirin tertawa.

Dalam orasinya, Zuhri menekankan pentingnya optimalisasi database dan mentoring kaderisasi. Ia mengakui kader PMII di Semarang banyak, namun database kader masih belum optimal, begitu juga dengan mentoring kader.

“Jika ini bisa kita maksimalkan, Semarang akan punya banyak iron stock, mahasiswa tangguh dan siap tempur,” paparnya, disusul dengan riuh tepuk tangan peserta.

Saat ditanya SantriMenara.Com mengenai pesan-pesannya kepada para junior, ia menerangkan falsafah Nietzsche; rahasia untuk memetik buah paling besar dan kenikmatan tertinggi dari manusia adalah hidup dengan bahaya!

“Dirikanlah kota-kotamu di lereng gunung Vesuvinus, kirimkanlah kapal-kapalmu ke samudera yang belum terpetakan, hiduplah dalam perang melawan sesamamu dan dirimu sendiri,” terangnya, “aku setuju dengan ucapan ini, maka yakini hidup yang paling membahagiakan adalah menjadi pejuang bagi yang lain,” pungkasnya. (smc-012)

Komentar

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Silakan komentar