H. Nur Hamim Hadziq: Senang Bisa Ikut Mengukir ”Sejarah” H. Nur Hamim Hadziq: Senang Bisa Ikut Mengukir ”Sejarah”
Dibaca: 908 SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Ngaji Bareng Masyayikh untuk kali pertama pada Sabtu... H. Nur Hamim Hadziq: Senang Bisa Ikut Mengukir ”Sejarah”

SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Ngaji Bareng Masyayikh untuk kali pertama pada Sabtu (23/7/2016) malam ini. Para kiai sepuh TBS, dewan asatidz, alumni lintas generasi dari berbagai kota di tanah air, nampak telah hadir pada kesempatan ini.

Pada momen yang sangat bersejarah bagi madrasah TBS berikut para alumninya itu, terpilih H. Nur Hamim Hadziq sebagai pembawa acara (MC) pada Silatnas tersebut. ‘’Sangat bahagia bisa ikut mengukir sejarah Silatnas madrasah TBS,’’ katanya.

Alumnus 1996 yang melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu pun berharap, Silatnas ini tidak sekali ini dilakukan, tetapi bisa menjadi agenda rutin karena bisa mempererat ukhuwah antaralumni.
‘’Karena ini melibatkan alumni dari berbagai kota di Indonesia, maka tidak mungkin dilaksanakan setiap tahun. Namun harapan Saya, Silatnas bisa dilaksanakan maksimal lima tahun sekali,’’ katanya.

Hamim pada penyelenggaraan Silatnas pertama  kali ini pun memiliki kesan yang sangat mendalam, yakni rasa kebersamaan dan guyub para alumni TBS dalam nyengkuyung dan menyukseskan acara ini.

‘’Penyelenggaraan Silatnas ini sangat menarik, karena para alumni dari berbagai daerah benar-benar memberikan dukungan moral maupun material, sehingga Silatnas bisa terlaksana. Semoga Silatnas yang dirangkai dengan Ngaji Bareng Masyayikh ini barakah,’’ tuturnya. (smc-99)

Komentar
  • Anonim

    23/07/2016 #1 Author

    TBS Tetap Jaya di udara senantiasa bernaung di bawah NU ahlussunnah waljama’ah aamiin salam bwt smua alumni ,harapan kami teman” bisa memperjuangkan NU kita serta generasi muda yg berhaluan ahlussunnah waljamaah yg selalu kritis dengan perubahan zaman yg semakin kompleks ini masyarakat kita saat ini dijajah android akhirnya menjadi paranoid buat smua, coba lihat kasus demi kasus yg terjadi yg disebabkan oleh pengguna ponsel yg kurang beradap”ingat kemajuan teknologi tanpa di imbangi dengan iman dan takwa maka manusia akan rusak bagai hewan yg t bermoral ” syukron.

Silakan komentar