Menjadi Indonesia dengan Pancasila
SANTRIMENARA.COM, SURABAYA – Tahun 1900 tiga prasyarat bagi bangkitnya pergerakan kebangsaan Indonesia telah terpenuhi; yaitu : kesatuan ekonomi, kesatuan administrasi politik (pemerintahan) dan kesatuan budaya, walaupun sudah terpenuhi namun kebangsaan tidaklah bangkit dengan sendirinya, namun dibutuhkan momentum dan alat pemersatu yang tepat sebagai dasar negara, sehingga momentum menyerahnya Jepang... Read more
Ulama Dan Habaib Murid Habib Zain Bin Sumaith Berkumpul Di Graha Muria Colo
SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Murid-murid Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith yang terhimpun dalam himpunan alumni Alu Thoyba Ahad (30/04/17) berkumpul dalam acara Multaqo di Graha Muria Colo Dawe Kudus. Multaqo Sanawy Alu Thoyba Himpunan Alumni Habib Zain bin Sumaith merupakan temu alumni tahunan yang diselenggarakan secara rutin tiap hari... Read more
Siswa MTs TBS Kudus Juara 1 Olimpiade Fisika Islam Nasional, Tahun Depan Kajur Pendidikan Fisika UIN Sekolahkan Anaknya Di TBS
SANTRIMENARA.COM, SEMARANG – Sebelumnya Ahad (06/11), pada babak seleksi lomba olimpiade fisika sekolah menengah pertama se jawa di UNS Surakarta M. Ashim Alfa Birri siswa MTs NU TBS Kudus asal Pekalongan berada di peringkat 14 namun pada akhirnya mampu masuk babak final bahkan menyabet juara 3. Kali ini Ashim... Read more
Kiai As’ad Selalu Hadir dalam Kondisi Genting
SANTRIMENARA.COM, PROFIL – Setiap tanggal 10 November kita selalu diingatkan dengan Hari Pahlawan, momentum 10 November 1945 ini bermula ketika arek-arek Surabaya dan sekitarnya berdarah-darah berperang menghadapi tentara sekutu di Surabaya, perang ini adalah perang terbesar pasca proklamasi kemerdekaan 1945, semangat jihad ini tidak terlepas dari fatwa resolusi jihad... Read more
Santri Menara Berduka atas Wafatnya KH Mas Subadar
SANTRIMENARA.COM, PASURUAN – Tim Redaksi SantriMenara.Com turut berduka cita atas wafatnya KH. Muhammad bin KH. Subadar, Rois Syuriah PBNU dan Pengasuh PP. Raudlatul Ulum, Besuk, Pasuruan Jawa TimurSabtu, 26 Syawwal 1437 H, pukul 19.41 WIB di Pasuruan Jawa Timur. KH Mas Subadar adalah salah seorang Rais Syuriah PBNU ini sangat dikenal di kalangan jam’iyyah umat... Read more
Pintu Warga Pekalongan Terbuka Bagi Peserta Konferensi Bela Negara
SANTRIMENARA.COM, PEKALONGAN – Para tamu dan jamaah yang mengikuti Konferensi Internasional Bela Negara disambut dengan pintu terbuka. Acara yang berlangsung pada 27-29 Juli 2016 di Pekalongan tersebut dihadiri ribuan ulama, kiai, santri, akademisi hingga pejabat sipil dan militer. Menurut pantauan SantriMenara.Com pada Selasa (26/7), masyarakat Pekalongan memasang berbagai spanduk... Read more
Ini Arti Desain Acara Konferensi Internasional Bela Negara
SANTRIMENARA.COM, PEKALONGAN – Konferensi Internasional Bela Negara di Gedung H. A. Djunaid, Kota Pekalongan mempunyai desain yang menarik. Desain tersebut mencakup kearifan lokal (local wisdom) dan rasa nasionalisme di dalamnya. Apa saja desain itu? 1. Lambang Garuda. Ini menandakan bahwa para ulama dan segenap peserta, dari dalam maupun luar... Read more
Poster Bela Negara Kritik Cara Jihad Salah
SANTRIMENARA.COM, PEKALONGAN – Berbagai poster dan ucapan selamat membanjiri Gedung H. A. Djunaid, Kota Pekalongan hari ini (27/7), tempat dilaksanakannya Konferensi Internasional Bela Negara oleh Jamiyyah Ahluth Tahriqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) 27-29 Juli 2016. Poster yang ada tentunya tentang bela negara. Berikut isi beberapa poster tersebut yang bernada kritik. Ada... Read more
Ryacudu: Bela Negara Wajib Bagi Tiap Warga Negara
SANTRIMENARA.COM, Pekalongan – Pembukaan Konferensi Internasional yang mengangkat tema “Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam” dilaksanakan hari ini, Rabu (27/7) di Gedung H. A. Djunaid, Kota Pekalongan. Acara yang dilaksanakan oleh Jam’iyah Ahlith Thoriqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyah dihadiri ribuan ulama, kiai, santri, akademisi hingga pejabat sipil dan militer. Di... Read more
Habib Luthfi: Merah Putih Bukan Soal Secarik Kain
SANTRIMENARA.COM, Pekalongan – Habib Luthfi bin Yahya mengatakan di hadapan para ulama dari Asia dan Afrika bahwa bela negara (difa’ ‘an al-wathan) di Indonesia dulu menggunakan senjata seperti bambu runcing untuk melawan penjajah. Beliau menyampaikan pandangan tersebut dalam Pembukaan Konferensi Internasional yang mengangkat tema “Bela Negara: Konsep dan Urgensinya... Read more